Apa Itu Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP): Cara Daftar dan Klaim

Tidak dapat disangkal bahwa pandemi virus Indonesia telah memberikan dampak yang parah pada masyarakat kita. Itulah sebabnya BPJS Ketenagakerjaan menyediakan program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP). Ketika Anda mengetahui dan memahami program ini, Anda akan lebih memahami alasan penjelasannya.

Baca juga : Cara Cek Saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan

Apa Itu Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP)

JKP merupakan program jaminan sosial berbentuk uang tunai yang disalurkan dalam bentuk tunjangan tunai, update lowongan pekerjaan, dan pelatihan karyawan untuk membantu pekerja yang menghadapi pemutusan hubungan kerja. Jumlah uang yang diterima seseorang akan berbeda karena mereka menghitungnya berdasarkan upah.

Penerima akan menerima beasiswa tunai selama 6 bulan dengan perhitungan 45% dari gaji dari pekerjaan sebelumnya selama 3 bulan pertama dan 25% untuk 3 bulan berikutnya. Setelah itu, peserta JKP akan mendapatkan layanan konsultasi seperti konseling karir, yang membantu mereka dalam pencarian pekerjaan baru. Sementara itu, para penerima JKP akan segera mendapatkan pekerjaan baru dengan bantuan informasi yang diberikan kepada mereka oleh Kementerian Energi Buruh.

Cara Daftar JKP

Setelah Anda mendapatkan informasi lebih lanjut tentang Kompensasi Kehilangan Pekerjaan, sekarang saatnya Anda memahami cara mendaftar program JKP. Jaminan sosial JKP telah tersedia sejak 22 Februari 2022. Untuk memenuhi syarat sebagai penerima JKP jika pekerjaan Anda dihentikan, Anda harus terdaftar sebagai anggota JKP dengan mengisi formulir online yang dapat ditemukan di JA situs .kemnaker.go.id.

https://account.kemnaker.go.id/auth/login.

Data yang akan dimasukkan adalah sebagai berikut.

  1. Nama perusahaan
  2. Nama karyawan yang menjadi PHK
  3. NIK
  4. Tanggal lahir
  5. Bagi PKWTT, lengkapi tanggal mulai dan berakhirnya kontrak kerja. Sedangkan bagi PKWTT, lengkapi tanggal dimulainya pengembangan karyawan/kontrak kerja.
See also  Apakah Anda sedang memikirkan karir di bidang keuangan?

Kriteria Penerima JKP

Anggota JKP harus memenuhi kriteria yang tercantum dalam UU Jamsostek untuk dapat diberikan santunan Penyandang Disabilitas.

apa itu JKP
  1. Terdaftar sebagai WNI, dibuktikan dengan kepemilikan KTP
  2. Anggota JKP berusia kurang dari 54 tahun
  3. Anggota JKP tercatat sebagai pekerja pada Badan Usaha kategori Skala Usaha Menengah dan Besar yang membayar iuran JKK, JKM, JHT, dan JP pada BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya
  4. Anggota JKP tercatat sebagai pekerja pada Badan Usaha kategori Skala Kecil dan Mikro yang membayar iuran JKK, JKM, dan JHT pada BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya
  5. Anggota JKP terdaftar sebagai Pekerja Penerima Upah di BPJS Kesehatan

Cara Klaim JKP

Seperti halnya Jamsostek pada umumnya, peserta wajib memenuhi standar JKP untuk menerima manfaat yang dibahas dalam Jamsostek Seperti Apa. Jenis manfaat JKP lainnya sejelas mungkin dijelaskan dalam paragraf Apa itu Asuransi Kehilangan Pekerjaan.

Berikut cara klaim JKP.

  1. Mengirimkan laporan PHK di situs siapkerja.kemnaker.go.id.
  2. Isi data yang diperlukan. Pastikan bahwa perusahaan menerima informasi yang diperlukan.
  3. Ini bukan tugas yang mudah, karena orang-orang yang bertanggung jawab untuk menyampaikan proyek harus dapat menggunakan formulir pelaporan PHK untuk melaporkan pekerjaan mereka.
  4. Mengisi formulir klaim untuk JPG dalam bulan pertama dari skema.
  5. Verifikasi terhadap klaim. Jika proyek berhasil, anggota JPG akan menerima berbagai manfaat dari JPG.
  6. Jika proyek ini berhasil dilaksanakan, JPG akan menerima berbagai manfaat dari JPG.
  7. Dalam bulan kedua, peserta JPG harus melakukan evaluasi pada halaman web www.siapkerja.kemnaker.go.id.
  8. Hal ini juga diharapkan bahwa pemenang akan melakukan setidaknya 5 wawancara di 1 perusahaan dan kemudian melanjutkan pelatihan.
  9. Langkah 4 dan 5 juga termasuk.

Perbedaan JKP dan JHT

Karyawan badan usaha yang telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan pada akhirnya harus membayar iuran Notre Dame yang juga dapat dicairkan pada akhir masa kerja dengan menyelesaikan perjanjian. Sementara itu, tergantung pada penjelasan komponen Jaminan Kehilangan Pekerjaan, dijelaskan bahwa JKP juga dapat diklaim sepanjang masa kerja.

cara daftar JKP

Lalu, apa yang membedakan JKP dan JHT? Mari simak perbedaannya berikut ini.

See also  Bagaimana jika Pinjaman Dana Online Tidak Dibayar

1. Masa pinjaman

Langkah pengambilalihan JKP dapat diikuti oleh pekerja setelah surat pemutusan hubungan kerja diunggah dan dilaporkan oleh pegawai SIAPkerja di akun pengguna pribadi, dengan waktu maksimal 3 bulan. JHT hanya dapat diklaim oleh peserta program BPJS Ketenagakerjaan jika telah berusia minimal 56 tahun.

2. Kriteria penerima jaminan

Salah satu faktor yang menghasilkan JKP dan JHT adalah adanya anggota Bank Data JHKJP yang terkena PHK. Namun, JKP tetap diberikan kepada mereka yang tidak mengalami cacat mental tetap dan meninggal dunia, meskipun telah diberhentikan karena keadaan yang tidak disebabkan oleh cacat mental. Sementara itu, peserta BPJS DataBank yang mengalami kecacatan akibat kondisi yang dideritanya secara permanen memenuhi syarat untuk mendapatkan JHT.

3. Manfaat jaminan yang diberikan

Manfaat JHT berupa uang tunai yang diberikan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan satu kali. Sedangkan penerima JKP akan mendapatkan 3 jenis manfaat yang berbeda, antara lain; uang tunai yang diberikan selama 6 bulan berturut-turut, informasi pasar kerja, dan pelatihan kerja.

Leave a Comment